Kamis, 12 November 2015

ABU BAKAR AS SHIDDIQ ORANG YANG SANGAT CINTA KEPADA RASULULLAH

Saat peristiwa Hijrah dari Makkah Al-Mukarromah ke Madinah Al-Munawwaroh. Rasulullah mulai melakukan hijrah, malam itu malam 1 Rabi’ul Awwal beliau keluar sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari, Sirah Ibn Hisyam dan lainnya, dan menginap di goa Tsur selama tiga malam.

kisah sahabat abu bakar
Pada hari ketiga, Rasulullah melanjutkan perjalanan dan dikejar oleh Suraqah, [sebelum ia masuk Islam], Suraqah mempunyai ketajaman di dalam memahami jejak. Jadi kalau ada sepuluh langkah, maka Suraqah ini bisa membedakan. biasanya kita bertanya yang mau kita cari ciri-cirinya bagaimana , tinggi badannya , umurnya dan lainnya . Tapi Suraqah bisa mengetahui langkah kudanya atau keledainya, bukan langkah orangnya karena orang-orang zaman dahulu tidak jalan kaki .
Di setiap harinya ratusan orang keluar Makkah, maka Suraqah berkata : ” tidak perlu orang lain, aku sendiri yang akan mengejar Muhammad “yang lain tidak usah ikut mengejar. kalau sudah Suraqah yang mengejarnya, maka yang lain tidak ada gunanya. Maka Suraqah keluar mencari dan kemudian menemukannya, karena memang pakarnya, kalau dalam bahasa kita adalah bagian tim penyelidik, pencari jejak .
Abu Bakr As Shiddiq orang yang sangat cinta kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang selalu menjaga Rasul dari bahaya, yang terkadang di depan Rasul, terkadang di samping beliau, terkadang di belakang beliau. Beliau di belakang Rasul berfikir kalau ada jurang yang tajam di depan Rasul, atau ada pegunungan barangkali ada orang di atas sana yang ingin memanah, maka Abu Bakr lari ke depan supaya kalau ada panah maka akan terkena ke beliau bukan terkena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam. dan ketika ia melihat di sebelah kiri banyak pohon kaktus maka ia lari ke sebelah kiri khawatir ada orang yang menyerang Rasul dari kiri, terus seperti itu yang dilakukan Abu Bakr As Shiddiq karena risau dan cintanya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .
Ketika Abu Bakr melihat ke belakang ternyata ada orang yang mengikuti mereka, maka Abu Bakr berkata : “Ya Rasulullah ada orang yang mengejar kita di belakang”,
Tapi Rasulullah tetap berjalan dengan tenang sambil membaca Al Quran Al Karim, Rasul adalah orang yang paling damai dan tenang tidak risau dengan segala yang terjadi di alam semesta, di hadapannya keagungan Allah subhanahu wata’ala maka Rasulullah tetap santai saja berpaling pun tidak, sedangkan Abu Bakr berkata dengan risau: “Wahai Rasulullah orangnya semakin mendekat”, tapi Rasulullah tetap diam .Yang ketiga kalinya Abu Bakr berkata : “Wahai Rasulullah yang datang adalah orang yang bersenjata, dia pakai perisai, membawa pedang dan tombak “. Maka Rasulullah hanya melirik sedikit dan berjalan, maka Suraqah yang mengikutinya itu beserta kudanya di pendam oleh bumi sampai ke lutut kudanya, Suraqah tidak bisa maju lagi.
maka Rasulullah terus berjalan dan Abu Bakr terus melihat ke belakang, terlihat Suraqah mundur maka Suraqah keluar dari pendaman tanah itu, dan ketika dia maju lagi untuk mengejar Rasulullah ia pun terpendam lagi oleh tanah, terus saja begitu, ketika ia mundur ia terbebas dari pendaman tanah dan ketika ia maju maka ia kembali dipendam oleh tanah.
Maka Suraqah berkata: “Wahai Muhammad “, maka Rasululullah pun menoleh sedikit dan Suraqah pun terlepas dari pendaman tanah itu, kemudian ia kembali mengejar dan ketika semakin dekat, ia di pendam lagi oleh bumi, maka ia berkata : ” Wahai Muhammad “, maka Nabi Muhammad menoleh seakan-sekan memberikan isyarat kepada bumi untuk melepaskan Suraqah, kemudian berjalan lagi, maka Suraqah terbebas dari pendaman bumi .
Dan yang ketiga hampir tombak Suraqah mengenai belakang kuda Abu Bakr As Shiddiq, maka Abu Bakr berkata: “Wahai Rasulullah orang itu sudah dekat dengan kita”, maka Rasulullah berkata: “Ya Allah pendam dia sampai setengahnya”, maka terpendamlah Suraqah sampai ke leher kudanya, maka Suraqah tidak bisa bergerak, mundur tidak bisa, maju pun tidak bisa, maka ia mengangkat tombaknya dan berkata: “Aku menyerah, aku menyerah”.
Maka Rasul berdoa dan Suraqah keluar dari tempatnya, kemudian Suraqah berkata: “wahai Muhammad, aku tidak akan mengejarmu lagi, tapi sebelum aku pergi berikan aku secarik surat bahwa aku pernah berjumpa denganmu”, maka disimpanlah surat itu oleh Suraqah kemudian pulang. Maka kuffar Qurays berkata : “Wahai Suraqah sudah kau temukan Muhammad? jika tidak, maka kami siap mencarinya”, maka Suraqah berkata: “kalau aku sudah mencarinya dan tidak ketemu, Apalagi kalian,,, mereka sudah pergi tidak tau kemana arahnya, entah ke Syam, entah ke Persia, entah ke Baghdad entah kemana saya tidak tau, jejaknya tidak ketemu “.
Maka Rasulullah terus melanjutkan perjalanannya dan ketika waktu dhuha, saat terik matahari mulai terasa maka mereka mencari tempat untuk berteduh, kemudian Abu Bakr As Shiddiq menaruh rida’nya (sorban) di buka dan dibentangkan di tanah dihadapan Rasulullah, karena tanah itu panas terkena sinar matahari. Maka rida’nya yang tebal dibentangkan supaya Rasulullah duduk tidak terkena tanah yang panas itu, maka Rasulullah beristirahat.
Kemudian Abu Bakr pergi ke beberapa penjuru barangkali ada air atau susu , maka beliau membeli air dan susu dari penggembala yang jauh dari tempat itu . Dan beliau kembali membawa susu itu yang ditutup dengan rida’nya yang satunya lagi, dan ia mempunyai kain lain yang juga menutupi air agar jangan sampai terkena debu, sampai beliau duduk dihadapan sang Nabi maka ia meniup tutup dari bejana susu itu supaya bersih dari debu, barulah kemudian dihadapkan ke Rasulullah, “Minumlah wahai Rasulullah”, maka Rasulullah meminumnya lantas setelah itu Abu Bakr As Shiddiq memberikan air, dan Abu Bakr As Shiddiq berkata: “Wahai Rasulullah mari kita berjalan lagi”.
Maka Rasulullah berjalan sampai di suatu goa dan Rasul shallallahu ‘alahi wasallam masuk ke goa itu untuk beristirahat, terlihat di dalamnya terdapat banyak lubang dan itu adalah sarang ular, maka Abu Bakr mulai menutupinya dengan batu, tanah dan kain bahkan pakaiannya ada yang disobek untuk menutupi lubang-lubang itu, tertinggal satu lubang belum tertutup.
Kemudian Rasulullah tidur di pangkuan Abu Bakr As Shiddiq maka Abu Bakr tertuju kepada satu lubang itu yang belum ditutup dan yang lain aman, begitu ia melihat ada yang bergerak dan ternyata seekor ular yang keluar maka ditutup dengan tangannya dan ular itu menggigit dan terus menggigit tangan Abu Bakr. Abu Bakr As Shiddiq hanya diam tidak berani bergerak , karena tidak ingin membangunkan Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam yang tidur di paha beliau . Ia biarkan tangannya hancur terkena gigitan ular itu yang sakit dan pedihnya tidak bisa ia tahan namun tidak berani bersuara apalagi bergerak, karena takut membangunkan sayyidina Muahammad shallallahu ‘alaihi wasallam, air mata Abu Bakr mengalir tidak tahan merasakan sakit yang demikian dahsyat, maka airmata itu terjatuh terkena ke wajah Rasulullah, maka Rasulullah terbangun dan berkata: “kenapa engkau wahai Abu Bakr?” maka Abu Bakr menjawab : “ular wahai Rasulullah”, maka Rasulullah berkata: “Angkat tanganmu”, maka tangannya diangkat kemudian Rasulullah meludahi tangan bekas luka yang hancur karena gigitan ular, dan tangan sayyidina Abu Bakr As Shiddiq sembuh seperti semula, lalu Abu Bakr As Shiddiq membunuh ular itu.
Para Ulama’ mengatakan di antaranya guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, beliau mengatakan bahwa ular itu datang bukan ingin menggigit atau mengganggu Rasul, tetapi ular itu datang ingin melihat wajah Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wasallam, mencari lubang di sana sini semua tertutup, dan ketika ada lubang terbuka ternyata ada orang yang menghalanginya untuk memandang wajah Rasulullah maka ular itu menggigit berkali-kali, karena biasanya ular berbisa itu kalau menggigit hanya sekali saja tidak berkali-kali, tetapi ular ini menggigit terus agar Abu Bakr melepaskan tangannya dan ular itu bisa melihat wajah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihin wasallam. Seluruh makhluk mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam .
Maka perjalanan dilanjutkan hingga pada hari yang ke-12 hari Senin 12 Rabiul Awal, dan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sampai di kota Madinah Al Munawwarah maka saat itu disambut dengan qasidah :
طَلَعَ اْلبَدْرُ عَلَيْنَا مِنْ ثَنِيَّةِ اْلوَدَاع

Thola’al Badru ‘alaynaa..
min tsaniyyatil wadaa’..
__
(diceritakan Alhabib Munzier al-Musawa)

Post By Santosa Uyee

KISAH CINTA UKASYAH IBNU MUHSIN

Aku pernah melihat Al-Musthafa pada sebuah malam.. Langit cerah tanpa banyak awan.. Ku pandangi wajah Rasulullah.. Lalu mataku beralih menatap rembulan.. Ternyata menurut penglihatanku Beliau lebih cemerlang dibanding sinar rembulan __(Jabir Bin Samurah, Sahabat Rasulullah)
1395_10151185774589195_1249855456_n
CINTA takan bisa hadir dengan sendirinya, untuk menumbuhkan kecintaan kepada Sayyidina Muhammad shollallahu’alayhi wa sallam, kita harus banyak mengetahui Beliau yang sebenarnya, melalui Al-Quran dan sunnah-sunnanya. Sungguh Semakin mengenal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam kita akan semakin mencintainya.

Berikut secuil kisah Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, agar kita lebih mengenal beliau dan lebih mencintainya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa setelah dekat waktu wafatnya, Rasulullah memerintahkan Bilal supaya adzan. Memanggil manusia untuk sholat berjama’ah. Maka berkumpulah kaum Muhajirin dan Anshor ke Masjid Rasulullah saw. Setelah selesai sholat dua raka’at yang ringan, kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjung kepada Allah swt, dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati terharu dan menangis mencucurkan air mata. Beliau berkata antara lain :
” Sesungguhnya saya ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da’i yang menyeru manusia ke jalan Allah dengan izin-Nya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan bapak yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku di antara kamu semua, hendaklah dia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan qishas kepadaku sebelum ia melakukannya di hari Kiamat nanti”
Sekali.. dua kali,, beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketiga kalinya barulah berdiri seorang laki-laki bernama ‘Ukasyah Ibnu Muhsin’.
Ia berdiri di hadapan Nabi shollallahu’alayhi wa sallam sambil berkata: “Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu ya Rasullah. Kalau tidaklah karena engkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku akan berani tampil untuk memperkenankannya sesuai dengan permintaanmu. Dulu, aku pernah bersamamu di medan perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun mencium paha engkau. Kemudian engkau mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung-sampingku; saya tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak ya…Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu hendak melecut untamu sendiri ?”
Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, ” Supaya Fatimah memberikan kepadaku cambukku ” kata beliau. Bilal segera ke luar Masjid dengan tangannya diletakkannya di atas kepalanya. Ia heran dan tak habis pikir, “Inilah Rasulullah memberikan kesempatan mengambil qishas terhadap dirinya!” Diketoknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam : “Siapakah diluar?”, “Saya datang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasullah” jawab Bilal.
”Duhai bilal, apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cambuk ini?” tanya Fatimah kepada Bilal.
“Ya Fatimah ! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengambil qishas terhadap dirinya ” Bilal menegaskan.

“Siapakah pula gerangan orang itu yang sampai hati mengqishas Rasulullah ?” tukas Fatimah keheranan. Biarlah hamba saja yang menjadi ganti untuk dicambuk. Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk Masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan Rasulullah pun menyerahkannya ke tangan ‘Ukasyah
Suasana mulai tegang… Semua sahabat bergerak…. Semua berdiri….
Jangankan dicambuk, dicolek saja, ia akan berhadapan dengan kami. Mungkin begitu mereka bicara dalam hati. Semua mata melotot. Memandang Ukasyah dan sebilah cambuk. Saat itulah, Abu Bakar dan Umar r.a. bicara, “Hai ‘Ukasyah ! kami sekarang berada di hadapanmu, pukul qishas-lah kami berdua, dan jangan sekali-kali engaku pukul Rasulullah s.a.w !”
Mungkin saat itu Umar meraba pedangnya. Seandainya saja, diizinkan akan aku penggal kepala orang yang menyakiti Rasulullah.

Rasulullah menahan dua sahabatnya. Berkata sang pemimpin yang dicintai ini : “Duhai sahabatku, Duduklah kalian berdua, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua!”
Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Tholib sambil berkata. Kali ini lebih garang dari sahabat Abu Bakar: ”Hai Ukasyah! Aku ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi s.a.w. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qishas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka qishaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!”
Ali tampil ke muka. Memberikan punggungnya dan jiwa serta cintanya buat orang yang dicintainya.
Masya Alloh… ia tak rela sang Rasul disakiti. Ia merelakan berkorban nyawa untuk sang pemimpin.
Nabi pun menahan. ” Allah swt telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali !”

Ali surut, bergantianlah kemudian tampil dua kakak beradik, Hasan dan Husein. ”Hai Ukasyah ! Bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung Rasulullah, dan qishaslah kami dan itu berarti sama juga dengan mengqishas Rasulullah sendiri !” Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan berkata “Duduklah kalian berdua, duhai penyejuk mataku!”
Dan akhirnya Nabi berkata : “Hai ‘Ukasyah ! pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil qishas!”
“Ya Rasul Allah ! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku” Kata Ukasyah. kembali suasana semakin panas dan tegang. Semua orang berpikir, apa maunya si Ukasyah ini. Sudah berniat mencambuk Rasul, ia malah meminta Rasul membuka baju. “Kurang ajar sekali si Ukasyah ini. Apa maunya ini orang…”

Tanpa bicara….
Tanpa kata…
Rasulullah membuka bajunya.
Semua yang hadir menahan napas…
Banyak yang berteriak sambil menangis…
Tak terkecuali…. Termasuk Ukasyah…
Ada yang tertahan di dadanya. Ia segera maju melangkah, melepas cambuknya dan…
Kejadian selanjutnya tatkala ‘Ukasyah melihat putih tubuh Rasulullah dan tanda kenabian di punggungnya, ia segera mendekap tubuh Nabi sepuas-puasnya sambil berkata : “Tebusanmu adalah Rohku ya Rasulallah, siapakah yang tega sampai hatinya untuk mengambil kesempatan mengqishas engkau ya Rasul Allah ? Saya sengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar supaya tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar supaya Allah swt dengan kehormatan engkau
dapat menjagaku dari sentuhan api neraka”

Akhirnya berkatalah Nabi saw “Ketahuilah wahai para sahabat! barang siapa yang ingin melihat penduduk surga, maka melihatlah kepada pribadi laki-laki ini!”
Lantas bangkit berdirilah kaum Muslimin beramai-ramai mencium ‘Ukasyah di antara kedua matanya. Rasa curiga berubah cinta. Buruk sangka berubah bangga. Berkatalah mereka : “Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah s.a.w di surga kelak!”
Ya Allah! Demi kemuliaan dan kebesaran Engkau mudahkan jugalah bagi kami mendapatkan syafa’atnya Baginda Rasulullah shollallahu’alayhi wa sallam di kampung akhirat yang abadi ! Aamiin !

“Yaa siin…Demi Al Quran yang penuh Hikmah…
Sesungguhnya Engkau (Muhammad) sungguh sebagian dari para Rasul-rasul…
Yang berada di JALAN yang LURUS” (QS. Yaasiin : 1-4)


Post By Santosa Uyee

Al~Miski (Yang Harum Seperti Kasturi); Kisah Lelaki Sholeh yang Digoda Wanita Cantik

Ada seorang pemuda yang perkerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan nama “Faraqna” oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pasti menyenanginya.

311544_417255101660446_1037371280_n
PADA suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalanbesar, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil berteriak menawarkan dagangannya: “faraqna- faraqna”, tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia dipersila-kan masuk ke dalam rumah. Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa
cinta yang begitu besar dalam hatinya. Lalu si wanita ini berkata: “Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu., tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan di rumah ini sekarang sedang kosong.” Selanjutnya, si wanita ini membujuk dan
merayunya agar mau berbuat ‘sesuatu’ dengan dirinya.

Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menakut-nakutinya dengan azab yang pedih di sisiNya. Tetapi sayang, nasihat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan sebaliknya, si wanita menjadi tambah ber-hasrat. Dan memang biasa, orang itu senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang…
Akhirnya, karena si pemuda ini tidak mau melakukan yangharam, si wanita malah mengancam, katanya: “Bila engkau tidak mau menuruti perintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan aku akan katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan ingin merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akan mencurigaiku.” Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita itu terlalu memaksanya untuk mengikuti keinginannya berbuat dosa, akhirnya dia berkata:

“Baiklah, tapi apakah engkau mengizinkan aku untuk ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?” Betapa gembiranya si wanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa keinginannya sebentar lagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab: “Bagaimana tidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus.”
Kemudian masuklah si pemuda ke kamarmandi, sementara tubuhnya gemetar karena takut dirinya terjerumus dalam kubangan maksiat. Sebab, wanita itu adalah perangkap syaitan dan tidak ada seorang laki-laki yang menyendiri bersama seorang wanita kecuali syaitan akan menjadi pihak ketiga. “Ya Alah, apa yang harus aku perbuat. Berilah aku petunjukMu, wahai Dzat yang dapat memberi petunjuk bagi orang-orang yang kebingungan.” Tiba-tiba, timbullah ide dalam benaknya. “Aku tahubenar, bahwa termasuk salah satu kelompok yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan saat itu kecuali naunganNya adalah seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang mempunyai kedudukan tinggi dan wajah yang cantik, kemudian dia berkata: ‘Aku takut kepada Allah.’
Dan aku yakin bahwa orang yang meninggalkan sesuatu karena takut kepadaNya, pasti akan mendapat ganti yang lebih baik… dan seringkali satu keinginan syahwat itu akan melahirkan penyesalan seumur hidup… Apa yang akan aku dapatkan dari perbuatan maksiat ini selain Allah akan mengangkat cahaya dan nikmatnya iman dari hatiku… Tidak… tidak … Aku tidak akan mengerjakan perbuatan yang harom… Tetapi, apa yang harus aku kerjakan. Apakah aku harus melemparkan diri dari jendela ini? Tidak bisa, jendela itu tertutup rapat dan sulit dibuka. Kalau begitu, aku akan mengolesi tubuhku dengan kotoran-kotoran yang ada di WC ini, dengan harapan, bila nanti dia melihatku dalam keadaan begini, dia akan jijik dan akan membiarkanku pergi.”
Ternyata memang benar, ide yang terakhir ini yang dia jalankan. Dia mulai mengolesi tubuhnya dengan kotoran-kotoran yang ada di situ. Memang menjijikkan. Setelah itu dia menangis dan berkata: “Ya Rabbi, wahai Tuhanku, perasaan takutku kepadaMu itulah yang mendorongku melakukan hal ini. Oleh karena itu, karuniakan untukku ‘kebaikan’ sebagai gantinya.” Kemudian dia keluar dari

kamar mandi, tatkala melihatnya dalam keadaan demikian, si wanita itu berteriak: “Keluar kau, hai orang gila!” Dia pun cepat-cepat keluar dengan perasaan takut diketahui orang-orang, jika mereka tahu, pasti akan berkomentar macam-macam tentang dirinya. Dia mengambil barang-barang dagangannya kemudian pergi berlalu, sementara orang-orang yang di jalan tertawa melihatnya. Akhirnya dia tiba di rumahnya, di situ dia bernafas lega. Lalu menanggalkan pakaiannya, masuk kamar mandi dan mandi membersihkan tubuhnya dengan sebersih-bersihnya.

Kemudian apa yang terjadi? Adakah Allah akan

membiarkan hamba dan waliNya begitu saja? Tentunya Tidak…
Ternyata, ketika dia keluar dari kamar mandi, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan untuknya sebuah karunia yang besar, yang tetap melekat di tubuhnya sampai dia meninggal dunia, bahkan sampai setelah dia
meninggal. Allah telah memberikan untuknya aroma yang harum semerbak yang tercium dari tubuhnya. Semua orang dapat mencium aroma tersebut dari jarak beberapa meter. Sampai akhirnya dia mendapat julukan “al-miski” (yang harum seperti kasturi). Subhanallah..memang benar, Allah telah memberikan untuknya sebagai ganti dari bau kotoran yang dapat hilang dalam sekejap dengan aroma wangi yang dapat tercium sepanjangmasa. Ketika pemuda ini meninggal dan dikuburkan, mereka tulis di atas kuburannya “Ini kuburan Al-Misky”, dan banyak orang yang menziarahinya…


Post By Santosa Uyee

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qodir Jaelani dan Buroq

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qodir Jaelani dan BuroqBERIKUT  adalah manaqib dari rajanya Aulia (Qotbul Aqtob) Syeikh AbdulQodir Jaelani diterjemahkan dari kitab “Al-Lujaini ad-Daani” yg disusun oleh Syeikh Al-Karim Ja’far bin Hasan Abdul Karim al~Barzanji R.A. Mudah mudahan aQu dan kalian mendapat barokah serta karomah nya aamiin yaa mujiib..Diriwayatkan oleh syeikh Rasyid bin Muhammad al-junaidi dlm kitab Roudhoh an-nadzir,, pada malam Rosulullah (shollallahu’alayhi wasallam) Mi’roj,, malaikat Jibril datang menghadap Rosulullah sambil membawa Buroq,, telapak kaki Buroq trsbut mengeluarkan cahaya seperti cahaya rembulan.
Buroq trsbut diberikan kepada nabi Muhammad oleh malaikat Jibril As. Seketika itu juga Buroq trsebut tidak mau diam karena sangat senang yg luar biasa sehingga nabi bersabda: “wahai Buroq kenapa engkau tidak mau diam!? Apa karena engkau tdk mau aku tunggangi?”
Buroq mnjawab: “wahai Rosulullah, bukan aku tidak mau baginda tunggangi, tetapi aku mempunyai permintaan kepada baginda wahai kekasih Allaah, permintaanku adalah nanti di hari qiyamat ketika baginda masuk kedalam surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali aku”.
Rosulullah bersabda:”wahai buroq permintaanmu aku kabulkan”.. Buroq itu pun brkata lagi: “wahai baginda sudikah kiranya baginda memegang pundakku agar menjadi ciri dihari qiyamah?” kemudian Rosulullah memegangkan kedua tangannya pada pundak buroq trsbt,, karena buroq saking gembiranya yg sangat luarbiasa, sehingga badan nya tdk muat lagi untuk ditempati ruh nya, terpaksa buraq tsbt membesar dan tinggi sampai 40 hasta. Stelah itu Rosulullah berdiri sebentar sambil melihat betapa tingginya buroq dan berfikir bagaimana caranya untuk naik ke punggungnya sedangkan pada saat itu tidak ada satupun tangga untuk naik.
Pada saat itu juga datang ruh nya Syeikh Abdul Qodir Aljaelani seraya berkata: “silahkan baginda naik ke pundak saya”.. Kemudian Rosulullah naik ke pundaknya ruh Ghautsul ‘Adzom ‘Syeikh AbdulQodir Jaelani, kemudian syeikh AbdulQodir jaelani berdiri, sehingga Rosulullah dapat naik ke pundaknya buroq kemudian nabi bersabda: “dua telapak kaki ku menaiki pundakmu wahai Abdul Qodir, maka telapak kakimu nanti yang akan menaiki pundak semua wali-wali Allah”

Post By Santosa Uyee

KISAH ANAK KECIL YANG SANGAT SHALIH

Shahih Muslim meriwayatkan tentang seorang anak kecil yang sangat shalih.

kisah anak kecil yang sholehBerkata seorang tukang sihir yang tua renta kepada Sang raja ; “ Aku sudah tua renta dan tidak lama lagi aku akan mati, maka tolong carilah anak muda atau anak kecil untuk kuajarkan sihirku dan kuwariskan ilmuku supaya bisa berbakti padamu“, maka Raja mencari anak kecil yang baik dan cerdas kemudian dibawa dan belajar pada tukang sihir itu, anak ini sudah belajar juga pada seorang Rahib (ulama’ dimasa itu), tapi karena ini adalah perintah raja maka ia pun datang.
Karena dia masih kecil, tiap kali datang menjumpai tukang sihir itu, ia menampar tukang sihir yang sudah tua itu lalu pergi. Maka orang-orang mengatakan anak ini kurang ajar. tukang sihir berkata :“ sudah biarkan saja, namanya juga anak kecil “,
hari kedua berbuat begitu lagi, dan hari ketiga tukang sihir berkata : “ Wahai raja, carikan anak yang lain saja karena aku mempunyai firasat anak itu akan membawa kejahatan bagi kerajaan “. 
Anak kecil ini terus belajar kepada Rahib, sehingga ia menjadi anak shalih yang dimuliakan Allah dan doanya mustajab. Semua orang yang datang kepadanya meminta doa, dikabul oleh Allah SWT. Ada diantara mereka yang buta, sembuh dari butanya, ada yang tidak bisa bicara akhirnya bisa bicara, ada yang lumpuh sembuh dari lumpuhnya, semua hajat dikabulkan setelah meminta doa pada anak kecil ini.
Maka ketika seorang buta yang biasa duduk bersama raja, ia penasaran kemudian pulang dan meminta doa pada anak kecil itu,iapun didoakan oleh anak kecil itu maka si buta ini pun sembuh. Kemudian orang ini balik kepada sang raja, raja berkata : “ kamu kan yang biasa duduk bersamaku?, kamu kan buta?”, orang itu menjawab : “ iya, dulu aku buta, tapi sekarang sembuh”,
sang raja bertanya lagi:“ siapa yang menyembuhkanmu?”,
ia berkata : “ ALLAH “.
Maksudmu ada Tuhan selain aku ?, kata raja.
“Tentu, Tuhanku ALLAH bukan engkau wahai raja”,
maka raja pun marah ditangkaplah orang ini, teman yang selalu duduk menemaninya. disiksa dan ditanya dari mana kau dapat ajaran ini, yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah?, maka si buta pun akhirnya mnjawab: “ aku belajar dari anak kecil itu, dan meminta doa darinya”.
Maka anak kecil itu dipanggil dan ditanya, belajar dari mana kau wahai anak kecil? dia menjawab :” aku belajar dari Rahib “, maka Rahib pun ditangkap dan ketiganya dikumpulkan.
Pertama Rahib yang ditanya “ kau yang menjadi biang dari ajaran ini, mau tinggalkan kepercayaan yang mengatakan Tuhan adalah Allah,atau kembali pada ajaranku bahwa aku adalah Tuhan, kalau tidak aku akan membunuhmu?!”,
maka Rahib menjawab : “ Aku tidak akan menyembahmu, Tuhanku tetap ALLAH”.
Maka Rahib itu digergaji, tubuhnya dibelah menjadi dua, kenapa di gergaji dan tidak disembelih langsung?, karena supaya terasa pedihnya.
Kemudian raja melihat orang yang kedua, orang buta yang menjadi sembuh dan berkata:” wahai temanku kau telah melihat siksa yang begitu pedih, kau mau seperti itu atau kau kembali pada ajaranku?! orang itu berkata “ Tuhanku ALLAH ”, maka ia pun digergaji.
Tinggallah anak kecil itu..
untuk anak kecil ini raja tidak berani, karena kalau raja perbuat hal seperti itu pada anak kecil rakyatnya akan protes, maka anak kecil itu dibebaskan. Lalu raja memanggil anak-anak kecil yang seumur dia dan berkata : “ kalian ajak anak ini ke atas gunung, kalian ku beri dinar dan dirham, sesampainya di puncak gunung jatuhkan dia ke jurang “, pasukan raja diikutkan bersama mereka.
Sesampainya di atas gunung anak kecil ini sudah mempunyai firasat bahwa ia akan dicelakakan , maka ia berdoa kepada Allah “ Wahai Allah lindungi aku dari mereka “, maka gunung pun terguncang dan semuanya wafat kecuali anak kecil ini. Anak kecil itu kembali pada raja (namanya anak kecil, kalau orang dewasa pasti dia lari menjauh dari raja), raja terkejut melihat anak itu kembali seraya berkata : “mana teman-temanmu dan pasukanmu?”, semuanya mati di gunung hanya aku yang selamat, Allah menyelamatkan aku, jawab anak itu.
Kemudian raja berkata “ ya sudah sana kamu pulang”,
lalu raja berkata kepada orang-orang yang diatas usianya dan beberapa pasukannya : “ ajak dia main ke laut, sampai di tengah laut masukkan ke dalam tong besar dan tenggelamkan dia di laut, lalu kalian pulang”.
Maka anak kecil ini di bawa ke laut sesampainya di laut dia dimasukkan ke dalam tong, lantas anak keci itu berdoa kepada Allah: “ Ya Allah lindungi aku dari mereka “,
maka Allah menjadikan gelombang lautan yang sangat dahsyat dan menenggelamkan semuanya, tong yang memang berisi udara belum di beri pemberat terus mengambang sampai ke tepi pantai, selamat lagi anak kecil ini, maka ia balik kepada raja. Raja kaget melihat anak itu dan kembali dan bertanya “mana teman mu yang lain?”
Anak itu menjawab : “semuanya mati tenggelam di laut, hanya aku yang selamat, Allah yang selamatkan aku!!” maka raja terdiam.
Kemudian anak kecil itu berkata “ wahai raja, jika kau ingin membunuh aku, maka taati perintahku, kalau kau tidak taat perintahku kau tidak akan bisa membunuh aku”, maka raja taat dan berkata: “ ya sudah, apa yang kau perintahkan?” raja pun taat kepada anak kecil yang menyembah Allah.
Anak itu berkata : “ kau kumpulkan semua rakyatmu, lalu ikat aku di sebuah tiang kemudian panah aku dengan panah milikku. Saat akan memanah, sang pemanah harus berteriak :
سْمِ اللهِ رَبِّ اْلغُلاَمِﺒ
“ Bismillaahi Rabbil Ghulaam”,
“ Dengan nama Allah, Tuhan anak kecil ini…! “
Maka raja tidak sadar dengan perbuatan itu, raja mengumpulkan rakyatnya dan mengikat anak itu di sebuah tiang di tengah-tengah rakyat, dan raja berkata “lihat anak yang kalian anggap hebat, dan setiap doanya mustajab dia sekarang akan mati di tangan pemanahku” ,
maka saat memanah sang pemanah sudah diperintah untuk berteriak :
سْمِ اللهِ رَبِّ اْلغُلاَمِﺒ
“ Bismillaahi Rabbil Ghulaam”,
Maka saat panah sampai ke tubuh anak kecil itu dan ia pun wafat. Maka semua orang berseru:
أَمَنَّا بِرَبِّ اْلغُلاَمِ
“ Kami beriman kepada Tuhan anak itu….! “
Dan rakyat tidak lagi mau menyembah raja, karena bukan karena sang raja yang membuat kematian anak ini tapi justru karena sang pemanah sudah diperintah untuk mengucapkan “ Bismillaahi Rabbil Ghulaam”, maka banyak yang masuk Islam karena sebab kemuliaan Tuhan anak kecil itu..
___
diceritakan oleh: Alhabib Munzier Almusawwa

Post By Santosa Uyee

Sekilas Riwayat Imam Jazuli (Kisah Keberkahan Sholawat di Suatu Kampung)

Sekilas Riwayat Imam Jazuli (Kisah Keberkahan Sholawat di Suatu Kampung)
Al~Imam Jazuli yang membuat dala’il khairot,, ‘Dala’il khairot’ itu di buat oleh al imam jazuli alaihi rahmatullah. Ketika ia menuliskan sejarah kenapa ia menulis shalawat yang demikian panjangnya, maka dia berkata:suatu siang aku lewati padang pasir bersama murid muridku kehabisan air, lalu melewati satu sumur dekat perkampungan, kelihatan sumur, kalau disana kan diketahui sumur untuk umum dengan sumur pribadi, ini semua di pinggir jalan untuk umum mereka mendekati sumur tidak ada embernya tidak ada talinya, tidak ada pengeretnya, timbanya tidak ada, dilihat air sumurnya ada, dalam airnya,,

ini airnya terlalu dalam tapi timbanya tidak ada.. lalu orang sini ngambilnya pakai apa? masa iya setiap kali mengambil air harus bawa timbanya?, di pasang talinya di pasang segala apa wilayah ini begitu?. mereka diam lalu saya lihat ada seorang wanita kecil, bunayyah putri kecil umur di bawah 10 tahun lagi bermain.“Hai bunayyah putri kecil, anak kecil, bocah, wanita kecil ini timba nya kemana sumur ini, ini kan sumur umum?”,
Dia berkata: “iya ini sumur umum kita tidak usah pakai timba disini”.
“lalu klw mengambil air pakai apa?”.
Anak kecil itu berkata : “begini caranya kami kalau ngambil air”
♥. lalu ia mendekati sumur, lalu menaruh tangan nya di atas sumur.. air naik dari bawah terus sampai meluap ke atas mulut sumur sampai mereka mengambil air selesai air turun lagi kebawah…!,

Berkata Imam Jazuli : “laailaha illallahu muhammadurrasulullah, ini anak kecil putri kecil kok bilang begini??”, “Maka ditanya wahai anak kecil kau ini punya amalan apa?”, ia berkata : “aku Cuma di suruh ayah ibuku selain shalat selain berbicara tidak boleh berhenti dari shalawat kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”
Semua sekampung ini caranya ngambil air begitu..
♥ ♥ ♥
Demikian keberkahan Shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah limpahi keberkahan, wilayah itu kampung itu tidak pernah kesusahan air, itu kalau tidak pakai tadi tali ataupun timba tadi tidak sampai air namun orang butuh air dia datang,
Allohumma sholliy ‘ala sayyidina Muhammad..

Wa ‘ala aali sayyidina Muhammad..


Post By Santosa Uyee

TIDAK MAU MEMILIH YANG LAIN SELAIN DIRIMU (Sekilas Cinta Zaid bin Haritsah)

tidak mau memilih yang lain selain dirimu

Sayyidina Zaid bin Haritsah radiyallahu ‘anhu adalah anak  angkat Rasulullah, tinggal serumah dengan Rasulullah, makan, minum, tidur satu rumah bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Detik-ke detik, menit ke menit, hari berganti hari,, tahun berganti tahun,, selalu berusaha tak lepas dari Rasulullah SAW,,  tak ingin jauh jauh dari Rasulullah SAW, seolah olah bagaikan anak kandungnya Rasulullah SAW, kemana kemana selalu nempel begitu kira kira..

Suatu ketika ayah kandungnya Sayyidina Zaid bin haritsah datang ingin mengambil putranya.
Maka berkata Rasul SAW kepada ayah kandungnya : “Biarkan dia memilih,
Berkata Sayyidina Zaid : Ya Rasulullah, engkau memberikan aku memilih, Ya Rasulullah aku tidak memilih orang selainmu maka jangan kau suruh aku untuk memilih orang selainmu wahai nabi , jangan sesekali kau meminta aku untuk memilih orang lain selainmu !”
Sayyidina Zaid bin Haritsah orang yang sangat mencintai Rasul , dia tidak mau memilih yang lain kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai idolanya , tidak ada selain nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sayyidina Zaid bin Haritsah ikut nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .. Maka Zaid bin Haritsah diberikan pilihan : “Wahai Zaid lalu engkau mau kemana,, maka Zaid berkata : “Ya Rasulullah aku tidak memilih orang selainmu, maka jangan kau suruh aku untuk memilih orang selainmu wahai nabi , jangan sesekali kau meminta aku untuk memilih orang lain selainmu !” .
Demikian indahnya sayyidina Zaid bin Haritsah RA , demikian indahnya cinta mereka kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana derajat mereka di hari kiamat kelak , beruntung orang yang jiwanya bersama mereka .
Semoga aku dan kalian kelak di hari kiamat berkumpul bersama mereka , orang-orang yang tidak mau memilih yang lain untuk cintanya kepada makhluk Allah lebih daripada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Wahai Allah jangan pilihkan bagi kami kekasih lebih dari sayyidina nabi Muhammad .
Kita memiliki banyak kekasih , ada ayah bunda , istri , suami , anak , kerabat , teman dan lainnya tetapi jangan satupun melebihi cinta kita kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam , idola kita tercinta . Sejahat-jahat kami, seburuk-buruk kami , sebanyak-banyak dosa kami perbuat tapi sungguh demi Allah idola kami tetap sayyidina Muhammad shallallahu ‘alihi wasallam .
****
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِدِّنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allohumma sholliy ‘ala sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim

Post By SAntosa Uyee
Design by Santosa Uyee Visit Original Post Putra ka'bah